Skip to content

Food for Children's Thought

anak sehat ortu pun senang!

Labu merupakan bahan makanan yang menarik untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan. Kali ini kita akan membuat sup labu. Labu kaya akan mineral, vitamin, dan antioksidan. Labu juga merupakan sumber kabohidrat.

Bahan:
Untuk 2 porsi
Bisa dibekukan (lihat tips membekukan makanan)

1 cangkir labu parang potong dadu, kukus, haluskan
2 sdm ayam cincang
1 sdm kacang polong beku
1 sdm jagung manis beku pipilan
1 blok kaldu ayam sayur beku (lihat resep kaldu ayam sayur) dicairkan dalam 150 ml air
1 sdm mentega tawar
1 sdm tepung terigu

Cara membuat:
– Panaskan mentega, masukkan terigu hingga tercampur rata.
– Masukkan kaldu sedikit demi sedikit hingga merata
– masukkan ayam cincang, kacang polong, jagung, masak hingga matang
– Masukkan labu, aduk hingga rata, masak hingga mengental.
– Haluskan semua bahan yang telah dimasak dengan menggunakan blender.
– Untuk usia 6 bulan (belajar makan) saring dahulu, untuk 7 bulan ke atas bisa langsung disajikan.
– Sajikan hangat

Photobucket

Membekukan bahan makanan merupakan cara praktis untuk menyimpan bahan makanan bayi/anak dalam waktu cukup lama.Makanan beku bisa bertahan selama 1 bulan. Waktu kita pun menjadi lebih singkat ketika menyiapkan makanan buah hati.

Caranya:
– gunakan pencetak es (ice tray) yang fleksibel
– bahan makanan yang cocok untuk dibekukan adalah yang sudah dimasak dan berbentuk cair dan puree, misalnya kaldu, puree wortel, puree brokoli, maupun masakan yang sudah jadi 9dalam bentuk puree tentunya)
– Setelah beku, pindahkan ke dalam wadah yang tertutup.
– Jangan bekukan makanan beku yang sudah dicairkan.
– Anda bisa mengkombinasikan 2-3 bahan makanan beku secara bersamaan menjadi 1 jenis masakan.
– Untuk mencairkan gunakan panas sedang ditambah sedikit air, atau gunakan mode defrost pada oven gelombang mikro.
– Selamat mencoba

Photobucket

Bayi anda tidak suka makan karena makanannya hambar? Apa yang bisa kita lakukan? Gunakan kaldu!

Kaldu kadang kita butuhkan untuk menambah rasa makanan bayi menjadi lebih lezat dan gurih, sehingga bayi kita mau mengkonsumsi makanan yang kita sajikan. Karena kaldu instan yang tersedia di pasaran (sekarang ada juga yang konon cocok untuk makanan bayi) mengandung garam dan ragi, maka akan lebih baik jika kita membuat sendiri. Ini resepnya!

Bahan:

20 ceker ayam dimemarkan
1 buah kentang besar kupas, potong dadu
2 buah wortel besar, kupas, potong kecil
1 stik besar seledri (berbatang besar, tersedia di pasar swalayan) potong kasar, jika tidak ada gunakan seledri biasa
1 buah bawang bombay kupas potong kasar

Cara membuat:
– masukkan semua bahan ke dalam panci 5 liter, rendam air hingga panci penuh
– masak hingga mendidih, buang kotoran yang muncul ke permukaan dengan saringan ketika air mulai mendidih.
– Setelah mendidih kecilkan api, masak terus hingga bahan-bahan menjadi lunak, dan air menjadi sekitar setengah dari jumlah semula.
– Saring kaldu, buah bahan-bahan yang dimasak tadi.
– Untuk menyimpan, bekukan kaldu dengan menggunakan cetakan es batu, setelah beku keluarkan dan simpan di wadah tertutup di lemari pembeku.
– Kaldu yang dibekukan bisa tahan hingga 1 bulan.
– Gunakan 1 blok kaldu beku untuk 200 ml air.

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Pisang merupakan salah satu bahan makanan yang cocok diperkenalkan kepada bayi, termasuk dalam bahan makanan berwarna kuning, yang berguna sebagai antioksidan, sumber vitamin A, berkalori tinggi, sumber karbohidrat,dan juga kaya kalium.

Bahan:
untuk 2 porsi jika belajar makan
untuk 1 porsi jika sudah terbiasa (di atas 7 bulan)

- Pisang Ambon besar 1 buah
– Air jeruk manis 3 sendok makan
– ASI atau susu formula bayi 3 sendok makan

Cara Membuat:
– lumatkan pisang hingga halus, saring jika perlu untuk menjamin kehalusan pisang, tambahkan air jeruk dan susu, aduk rata. Sajikan segera.

Photobucket
Halo,

perkenalkan saya Pungky Prakoso. Saya ayah dari 2 anak kembar Anakin Xavier Prakoso (laki-laki) dan Sabreea Ajalaa Prakoso (Perempuan). Saat saya memulai blog ini, usia mereka belumlah genap 7 bulan.

Saya menyiapkan sendiri makanan untuk kedua anak saya, mulai dari memilih bahan, memasak, hingga menyajikannya. Tidak semuanya sih, ibunya pasti jugamenyiapkan, walaupun sebagian besar saya yang melakukannya.

Semua saya lakukan bukan karena keterpaksaan atau pun karena ketidakpercayaan saya terhadap orang lain menyiapkan makanan untuk anak-anak saya. Semua saya lakukan karena rasa cinta saya kepada anak-anak saya dan kegemaran saya memasak. Ayah macam apa saya jika saya tidak mempercayai ibu dari anak-anak saya untuk memberikan makanan yang terbaik untuk anak-anak saya, hehehe.

Semua ini bukan tanpa sebab, sejak saya kecil, orang tua saya selalu berusaha memberikan makanan dari bahan-bahan yang terbaik yang bisa mereka beli. Mereka, ya mereka, baik Ibu maupun Ayah saya adalah jagoan memasak. Suatu kesenangan tersendiri kalau saya, pada saat masih kecil, jika diajak ke pasar swalayan. Saya diajarkan untuk memilih bahan-bahan makanan yang baik, berkualitas, dan lezat. Diajarkan pula bagaimana mengolah bahan-bahan makanan tersebut. Saya sangat menikmati saat-sat tersebut.

Kebiasaan itu saya bawa kepada anak-anak saya, meskipun mereka masih bayi, saya ajak mereka ke pasar swalayan untuk berbelanja, sambil saya jelaskan apa ini apa itu. Entahlah mereka mengerti atau tidak. Paling tidak mereka tampak senang, hahaha.

Blog ini akan saya isi dengan berbagai seluk beluk resep makanan untuk bayi dan balita, tips, dan trik mengolah, minyimpan, dan menyajikannya agar anak-anak tertarik untuk memakannya.

Saya sangat terbuka terhadap saran, kritik, maupun masukkan. Silahkan memberikan komentar jika ada yang ingin disampaikan. Pesan saya, mohon gunakan bahasa yang ‘sopan’, karena ini untuk menjaga agar blog ini tetap menjadi blog yang baik, berguna, dan santun. Karena blog ini tidak ada batasan usia bagi pembacanya, dan saya ingin tetap seperti itu.

Terima Kasih

Papinya Breexavi



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.